Sabtu, 14 Mei 2011

NUPTK KECAMATAN AMPELGADING

NUPTK Kecamatan Ampelgading dapat diklik di sini
»»  read more

Kamis, 12 Mei 2011

Rp 270 Juta Dana Pulsa /Anggota Dewan/Tahun

Seakan tiada hari TANPA KORUPSI, yang paling layak ditujukan kepada anggota dewan yang katanya terhormat. Sabagaimana dilansir oleh Forum Intonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sunguh sangat membuat masgul. Betapa tidak, menurut Fitra setiap angota Dewan menghabiskan Pulsa sebesar 270 Juta Rupiah. Wooowwww jadi tiap hari hampir 700.000 hanya untuk pulsa. Jika dipertanyakan untuk apa pulsa sebesar itu? Maka kita bisa berandai mungkin termasuk untuk membuka KONTEN PORNO Kalee? Kwkwkwkwkwkwk. Selengkapnya simak di bawah ini.

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat kembali membuat heboh. Jika sebelumnya soal proyek gedung Rp1 triliun, dan studi banding ke luar negeri senilai miliaran rupiah, kali ini Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) melansir, setiap anggota Dewan terhormat ini mendapat jatah pulsa Rp14 juta per bulan, dan Rp168 juta untuk jatah tahunan.

Dengan begitu, setiap anggota DPR mendapat uang pulsa sebesar Rp270 juta per tahun. Jika ditotal untuk 560 Anggota DPR, anggaran mencapai Rp151 miliar.

FITRA juga mencatat, anggaran reses naik sebesar 7 persen pada tahun 2011. Anggaran reses pada tahun 2010 adalah sebesar Rp230 miliar, artinya tahun ini menjadi Rp248 miliar.

Anggaran Penyerapan aspirasi atau reses setiap anggota DPR pada 2010 sebesar Rp411 juta per tahun. Sedangkan pada 2011, anggaran reses setiap anggota DPR sebesar Rp442 juta per tahun. Dana itu antara lain untuk biaya setiap anggota Dewan bertemu konstituen pada 2010 sebesar Rp309 juta pertahun untuk 5 kali reses. Anggaran komunikasi atau isi pulsa HP pribadi anggota DPR sebesar Rp102 juta pertahun untuk 5 kali reses.

Ongkos itu naik untuk 2011. Pada tahun ini, anggaran untuk satu orang DPR bertemu konstituen pada 2011 sebesar Rp340 juta pertahun untuk 5 kali reses. Dana komunikasi atau isi pulsa HP pribadi anggota DPR sebesar Rp102 juta per tahun untuk 5 kali reses.

FITRA juga menuding adanya anggaran ganda (double). Misalnya, lembaga itu mencatat, tiap kali reses ada dana isi pulsa pribadi anggota DPR dari alokasi anggaran reses adalah Rp. 20 juta. Selain itu anggota DPR juga mendapat uang isi pulsa setiap bulan Rp. 14 juta untuk satu orang anggota Dewan. Artinya, ada dana alokasi isi pulsa tiap anggota DPR sebesar Rp.168 juta per tahun.

Tapi data FITRA ini dibantah tegas oleh Wakil Ketua DPR Anis Matta. Menurutnya, angka itu salah. "Tidak segitu," kata Anis Matta di DPR, Rabu, 11 Mei 2011.

Anis mengaku tidak tahu kalau ada tunjangan pulsa. Menurutnya, yang ada tunjungan komunikasi. "Tapi komunikasi politik. Tidak spesifik, pulsa," katanya.

Membantah.

Meskipun sejumlah anggota dewan membantah menerima uang pulsa tersebut , rakyat tidak mau tahu yang pasti TIDAK AKAN ADA ASAP JIKA TIDAK ADA API. Kalau begitu bapak tebe akan bilang ... Emang apinya dikorupsi sekalian kaleeee?????

INILAH 7 KOMENTAR TERPOPULER VERSI GURU SD

1. farid97 12/05/2011
vivanews bikin orang kesel aja,sdh nulis kometar capek2 ga dimuat,maunya apa?kata2 kasar,hinaan,caci dan makian belum seberapa dibanding dosa2 DPR kepada pemberi amanatnya yaitu rakyat Indonesia,viva mau jd corong siapa,pejabat korup atau rakyat....?
• Balas

2. farid97 12/05/2011
penghisap duit negara dpr kita ini,kerja ga seberapa, banyak hura2nya,ga tau malu jual nama rakyat lagi?IT smua dibayarin tp ga2p teknologi,korupsi aja rakus?semoga Alloh turunkan azab buat kalian smua,rakyat Indonesia mengutuk kalian DPR setiap waktu.!!!
• Balas

3. farid97 12/05/2011
tukang hisap anggaran negara dpr kita ini,kerja ga seberapa,gaji diatas normal,ditambah berpesiar melu2,enak banget mereka ini?pulsapun dibayarin,internet sama jg,tapi ga2p teknologi kelakuan nya,semoga laknat dan bencana Tuhan berikan pd kalian DPR>!!!
• Balas

4. Ruhut Sitompul anggota dpr
Ruhut mengaku, tak ada anggaran pulsa yang masuk ke rekeningnya setiap bulan. "Manalah kita tahu yang begitu. Aku selalu bayar sendiri (pulsa)," katanya.
Setiap bulan Ruhut menghabiskan uang rata-rata Rp1 juta untuk biaya komunikasinya. "Tak tentu, kadang di atas sejuta rupiah, kadang tak sampai sejuta rupiah," katanya.

5. TB Hasanudin, anggota dewan
TB Hasanuddin, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, juga membantah ada 'uang pulsa' di slip gaji atau tunjangan. "Saya malah mau tanya, infonya dari mana? Kalau memang ada, mbok saya terima kasih dan terus kapan cairnya?" kata Hasanuddin berseloroh.

6. Ganjar Pranowo , Anggota Dewan
Rekan separtainya, Ganjar Pranowo, juga mempertanyakan data itu. "Saya tidak tahu itu (dana) pulsa. Mungkin itu tunjangan ke konstituen kali ya," ujarnya.

7. Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Membenarkan ?
Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat mengonfirmasi anggaran operasional dan pemeliharaan jaringan serta pengembangan sistem informasi miliaran rupiah. Deputi Bidang Anggaran dan Pengawasan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR Winantuning Tyastiti menyatakan, untuk 2011, tersedia anggaran Rp10,6 miliar.

Pada 2010, anggaran Sistem Informasi adalah Rp10,9 miliar, dan penyerapannya 55,6 persen atau sekitar Rp6 miliar. Untuk 2011, anggaran dikurangi sedikit, untuk membiayai 30 lebih jenis kegiatan.

»»  read more

Rabu, 11 Mei 2011

HARUSKAH DENGAN PENGADILAN RAKYAT?

Simak berita yang dilansir oleh detiknews di bawah ini, banyak orang bilang merasa "MIRIS" ketika membaca. "MIRIS" dalam arti ada rasa ketakutan yang luar biasa, takut tentang bobroknya anggota dewan, takut akan nasib bangsa ini. Kalu sudah demikian, haruskah ada PENGADILAN RAKYAT?
Nah silahkan anda menjadi orang yang pertama berkomentar.

Jakarta - Studi banding anggota DPR ke luar negeri terus menuai protes. Kunjungan itu bak liburan masa reses yang menghabiskan uang rakyat, sementara hasilnya tidak jelas.

Komisi X yang membawahi olahraga, dan pariwisata, misalnya kedapatan berfoto-foto dan membeli tiket pertandingan Real Madrid di ke Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol.

Lalu studi banding Komisi VIII ke Australia. Mereka hendak melakukan studi banding ke parlemen Australia, padahal parlemen di Negeri Kanguru itu sedang reses. Konyolnya lagi anggota DPR sempat membohongi mahasiswa Indonesia di sana soal email resmi Komisi VIII beralamat di komisi8@yahoo.com.

"Itu semakin memperjelas studi banding itu tidak ada gunanya. Itu hanya modus untuk jalan-jalan dan mendapatkan uang saku," ujar Kordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang.

Banyak cerita minor tentang kelakuan wakil rakyat saat berkunjung ke luar ngeri. Pada 28 Juli 2005, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda memergoki anggota DPR dari Badan Legislatif jalan- jalan dan belanja barang mewah. Wakil rakyat pun terpotret sedang menenteng barang belanjaan merek Bally atau Gucci.

"Mereka tidak ada agenda di Belanda dan saat itu kami memang ingin menemui mereka untuk audiensi. Mereka 2 malam di Amsterdam," ujar mantan Ketua PPI Amsterdam 2004- 2005 Berly Martawardaya kepada detikcom.

Anggota DPR tidak mempunyai agenda resmi ke Amsterdam karena pada saat itu Parlemen Belanda yang berkedudukan di Den Haag juga sedang masa reses.

Hal senada juga dibeberkan mantan Ketua PPI Perancis Mahmud Syaltout. Sebelum mendatangi Amsterdam, anggota DPR itu sebenarnya hendak studi banding ke Perancis. Tidak jelas dalam urusan apa kunjungan itu. Namun, kedatangan anggota DPR itu telah jauh-jauh hari ditolak oleh PPI Perancis.

Ketua PPI saat itu (alm) Rudianto Ekawan, memerintahkan semua mahasiswa untuk datang ke KBRI Perancis dan melakukan aksi walk out serta membacakan surat protes atas kedatangan anggota DPR. Aksi ini diharapkan menjadi tamparan keras bagi wakil rakyat yang datang tanpa persiapan ke Perancis.

Anggota DPR tidak bisa memberikan penjelasan logis soal kedatangan mereka. Salah seorang juru bicara DPR menyatakan tujuan mereka untuk bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang pintar. Mereka juga memuji mahasiswa di luar negeri sebagai pemimpin bangsa dan juga merupakan konstituen mereka.

"Sebelum pidato selesai, teman saya, Rudianto AB interupsi dan membacakan surat protes dari PPI Prancis. Kemudian kita walk out. KBRI pun geger dan semua marah sama kita," cerita Mahmud.

Gara-gara kejadian itu semua jadwal kunjungan DPR di Belanda dan Belgia ikut dibatalkan. Akhirnya PPI Belanda memergoki para wakil rakyat itu asyik berbelanja.

Mahmud kembali menjadi guide untuk anggota DPR yang melakukan studi banding mengenai masalah anggaran ke Perancis pada 2006. Sebenarnya, kedatangan anggota DPR bukan ke Perancis, tetapi hendak menonton pertandingan final Piala Dunia di Jerman antara Italia melawan Perancis. Karena datang lebih awal, mereka menyempatkan diri melancong ke negeri mode tersebut.

Rombongan ternyata tidak hanya terdiri dari anggota DPR, tapi juga banyak terdapat anggota DPRD dari DKI Jakarta. Selama berada di Perancis, para wakil rakyat itu menghamburkan uang dengan berbelanja merek mahal semisal Louis Vitton, Pierre Cardin, dan membeli jam tangan mahal yang harganya dapat membiayai uang kuliah seorang mahasiswa selama setahun.

KBRI Perancis yang dipimpin oleh (alm) Arizal Effendi juga menolak memfasilitasi anggota DPR. Para anggota dewan dianggap sebagai rombongan liar.

Saat itu, salah seorang anggota DPR sempat meminta untuk dicarikan gadis panggilan di Perancis. Mahmud menjelaskan, di Perancis tidak ada pusat lokalisasi seperti Red Light di Belanda.Si anggota DPR kemudian meminta ditunjukkan pusat tarian striptis di Perancis. Mahmud pun menyarankan agar mereka pergi sendiri ke Moulin Rouge.

Saat akan kembali ke Jerman, ketua rombongan DPR itu nyeletuk ada yang kurang saat di Perancis. "Apa yang kurang, belum beli Hermes ya atau barang apalagi yang tidak ada?" kata salah seorang anggota rombongan menanggapi celetukan ketuanya. "Bukan, kita belum sempat foto-foto di Menara Eiffel," jawab si ketua santai.

Pada 2007, anggota DPR mendapat makian Guru Besar Ilmu Tata Negara Universitas Sorbon Perancis Prof Edmond Jouve. Saat itu, beberapa anggota DPR ke Perancis untuk melakukan studi banding tentang Kementerian Negara dan Dewan Penasihat.

Mahmud yang mahasiswa Ilmu Tata Negara pun meminta Jouve untuk menjelaskan sistem tata negara di Perancis dan Indonesia. Dalam pertemuan di KBRI Perancis itu, Jouve menjelaskan sistem tata negara Perancis dan Indonesia sangat berbeda.

Mendengar paparan itu, seorang anggota dewan nyeletuk mereka salah mendatangi Perancis untuk studi banding. Anggota dewan lainnya pun terbahak-bahak mendengar celetukan itu.

Melihat hadirin tertawa, Jouve bertanya. Penerjemah menjelaskan celetukan sang anggota dewan. Mendapat penjelasan itu Jouve marah. "Kalian semua goblok," maki Jouve dalam bahasa Perancis.

Sang profesor lantas mengingatkan Indonesia bukanlah negara kaya dan masih berada di dalam kategori negara berkembang, kenapa malah menghamburkan uang jika tidak ada hasilnya.

sumber :http://us.detiknews..com/read/2011/0...fesor-perancis
»»  read more

Selasa, 10 Mei 2011

STOP PEMBANGUNAN GEDUNG DPR

Jakarta - Acara studi banding DPR ke luar negeri dinilai tidak efektif. Banyak acara ke luar negeri tanpa agenda jelas dan sekadar melancong. Bila Anda setuju studi banding DPR ke luar negeri dihentikan, pilih Pro! ( asy / asy )


1. PROTolhas P. Sitanggang
Seharusnya anggota, ketua atau siapapun yang duduk di DPR belajar nya dari buku dan internet, bukan dari luar negeri ngujungi. Jadi taulah cara- cara yang kreatif untuk menghemat uang rakyat. Merdeka.....


2. PROAndras
STOP STUDY BANDING DPR!! HANYA BUANG2 UANG SAJA!!

3. KONTRAimung
Hari gini studi banding itu gampang sekali dilakukan. Hanya klik google atau msn search engine mau lihat informasi apa semua ada. Batalkan policy studi banding yang cuma memboroskan uang rakyat saja.

4. KONTRAAgus Gunawawan
memang kalau perut kenyang nalar jadi tumpul,sudah tabiat kita mau gimana lagi,tapi sebelumnya nyaring sekali bersuara tentang yg dihadpi rakyat.padahal majunya suatu bangsa ada pada nalar yang ...?

5. PROTanto
Para bos2 yang ada di gedung DPR, kalian itu orang pintar tapi kenapa kalian mirippppp bangeetttt sama kerbau mau2nya kalian korbanin kepentingan orang banyak dan rakyat kalian demi uang..saya bingung apa bedanya ya kalian dan kerbau..ehm...sama2 punya hidung yang ditarik. kerbau ditarik tali kalian ditarik uang,LUAR BIASA!!!!

6. PROcoker
siapa yang menanam dia yg akan memetiknya,,,,semua akan di hisab di akherat nanti,,,bersabarlah rakyat indonesia,,,suatu saat nanti pastia kan berjaya,,,,


7. PROsri
walaubagaiman dpr adalah produk demokrasi, tidak harus selalu disalahkan...mungkin saja mereka prilakunya tidak baik, seperti gayanya yg seperti preman, senang plesiran, biasa merendahkan orang lain, sering guyon tidak pada tempatnya, sombong, berorientasi pada kepentingan partai, haus kekuasaan dan acap kali menyusahkan bangsa ini tapi percayalah kelak saat azal menjemput ...mungkin saja mereka akan bertobat...
»»  read more

Senin, 09 Mei 2011

Hari ini 25 Tahun yang lalu.

Mulai Selasa, 10 Mei sampai Kamis, 12 Mei 2011 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional. Persiapan dari tingkat Kabupaten sampai dengan sekolah sudah fit. Bahkan di beberapa kabupaten menginstruksikan agar diadakan piket malam di sekolah, dan biasanya para pejabat baik dari tingkat kcamatan melaksanakan safari

Satu hal yang masih menjadi sorotan public bahwa di beberapa kabupaten masih adaya “pengkondisian” agar pelaksanaan UASBN ini sukses. Sukses dalam penyelenggaraan dan sukses hasil yang diperoleh. Untuk sukses yang kedua tersebut kadang pemerintah daerah dalam hal ini pemangku pendidikan setempat seakan memiliki gengsi tersendiri. Sebab jika hasil akhir. Nilai yg diperoleh rendah maka pastilah sebagai sutradara akan mendapat teguran lebih dulu. Nah factor inilah yang terkadang disampaikan kepada para bawahannya dan diterjemahkan “asal bapak senang”. Inilah yang disayangkan sebab keberhasilan pendidikan di sekolah dasar tidak dapat diukur dengan nilai akademis saja. Keberhasilan Pendidikan sekolah dasar harus dilihat dari output yang memakan waktu 10 – 20 tahun mendatang.
Fakta membuktikan banyak lulusan SARJANA MENGANGGUR namun tidak sedikit yang hanya lulusan SD menjadi orang Sukses. Silahkan tengok kanan dan kiri kita masing-masing.
Fakta juga menunjukkan bahwa adanya “reformasi” di negeri ini salah satu pelakunya adalah hasil didikan pendidikan sekolah dasar. Sebut saja reformasi tahun 1997, mari kita tengok para pelakunya. Mereka adalah Mahasiswa semester 4-6. Jika dirata rata umur mereka antara 17 – 20 tahun. Mereka duduk di bangku SD Kelas IV-VI kira kira tahun 1985 – 1988. Nah sekarang kita boleh mengatakan bahwa Pendidikan Era 80 an telah “berhasil” menggulirkan dan mengantarkan bangsa Indonesia kea rah REFORMASI.
Nah jika di tarik ke atas siapakah orang-orang yang sekarang menduduki kursi DEWAN yang terhormat ?, Mereka rata-rata adalah anak-didik kita ditahun 80 an. Pertanyaannya adalah Jika banyak anggota Dewan sekarang yang terlibat Korupsi, Manipulasi, Aksi tipu tipu , suka pornographi, dll dll maka kita tidak boleh menyalahkan siapa siapa tapi kita harus introspeksi.. mereka adalah anak didik kita di era 80 an. Nah… kita mau mengelak ? Ini Fakta,
Ending crita Jika hari gini ada pejabat yang “mengkondisikan” untuk sukses hasil UASBN maka pastilah mereka produk didikan kita di era 80 an. Are you agree ?
Dan jika benar terjani maka pula "mereka" telah meracuni pemimpin bangsa di era 20 an nanti.
Selamat ber UAS BN , percayalah pada kemampuan diri sendiri dan jangan lupa berdoa.
Tahun 2020 adalah tanggungjawabmu,
»»  read more

Manipulasi Flash Modem EVDO


Smart EVDO flas modem dari flexy menjadi salah satu koneksi internet alternative., karena :
1. Harganya relatif murah / terjangkau.
2. Menggunakan pulsa prabayar cukup murah
3. Unlimited tanpa syarat
4. Speed lumayan, 3,1 mpb.s
5. Mudah dan praktis

Salah satu kekurangan/kendala dalam mengunakan EVDO hanyalah kurangnya BTS sehingga di beberapa wilayah tidak ada sinyal atau lemah.

Namun kita tidak boleh putus asa, sambil menunggu pemasangan BTS, kita coba beberapa manipulasi untuk mempercepat koneksi EVDO, diantaranya :
1. Untuk memperoleh sinyal yang kuat, kita dapat memasang antene indoor . Antene ini sudah banyak di pasaran. Atau coba tanya pada temen di web site adapun bentuk antenanya seperti ini :



2. Kita Setting Computer Configuration sbb :
- masuk menu start – klik run
- ketik gpedit.msc
- enter
- klik Computer Configuration
- klik Administrative Template
- klik Network
- klik Qos Packet Scheduler.
- klik Limit Outstanding Packet dari Not Configured menjadi Enabled dan biarkan saja angka yang ada disana.
- Klik Limit Reserveable Bandwidth menjadi Enabled dan ubah limit menjadi 0%.
3. Buka Browser Mozilla dan ketikkan about:config jangan lupa Klik "i'll be careful, I Promise!".
Cari menu-menu dibawah dan setting/ dg cara double klik :
* network.http.pipelining setting / double klik menjadi true
* network.http.pipelining.maxrequests setting/ double klik angka 30-100
* network.http.proxy.pipelining setting/ double klik menjadi true
Setelah selesai, buat file baru Integer dengan cara klik kanan disembarang tempat >> New >> Integer. Isikan dengan nama nglayout.initialpaint.delay dan valuenya 0. Restart browser anda dan lihat perbedaannya.
4. Buka EVDO masuk pada menu Setting (menu bagian bawah) dan anda ganti default number (#777), username (smart) dan password (smart) dengan kombinasi berikut :

number : *98#
username : cdma atau wap
password : cdma atau wap

atau

number : *31*11111#
username : cdma atau wap
password : cdma atau wap
Selamat mencoba dan jika dapat yg baru jangan lupa share. Bye…
»»  read more

Minggu, 08 Mei 2011

Komisi X Bantah Cuma Jalan-Jalan ke Spanyol

VIVAnews - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Rully Chairul Azwar, membantah kunjungan kerja ke Spanyol hanya untuk jalan-jalan dengan menghabiskan anggaran negara. Menurut Rully yang juga pemimpin rombongan, kunjungan kerja dilakukan sebagai amanah dalam peningkatan kualitas anggota DPR dalam melakukan pengawasan
Bagaimana komentar masyarakat. Simak 7 komentar populer versi "guru esde"

1. nyodok99
Oleh dari spanyol sangat tidak sebanding dg anggaran yg dihambur2kan.kalau cuma swastanisasi olah raga ngapain jauh2 belajar ke Spanyol? Alasan apapun studi banding ke LN sgt menyakiti hati rakyat.

2. badoetsmart
06/05/2011
Anggta DPR yang sekarang memang hebat2, jauh skl dibandingkan dgn sbl reformasi...dpr skr pro rakyat, aspiratif, disiplin, selalu ikut rapat, gak tidur waktu rapat.

# niceluck | 08/05/2011
gimana mau tidur, lha wong film-nya hot... ya pasti bangun lah...

3. sapismudama
06/05/2011
Untuk meningkatkan performance based budgeting, seharusnya ada evaluasi hasil yang dicapai atas kunjungan kerja (atau mungkin sdh ada) dan ditarnsparansikan ke masy. agar kami yang awam ini tidak berburuk sangka pada dewan terhormat.

# qunyukrawun | 06/05/2011
Betul, sebenarnya kita menunggu program mereka sbg hasil studi bandingnya. Bukan trip report.

4. rindaliana
06/05/2011
apapun yg dikatakan anggota dpr,rakyat tiadak akan percaya. rakyat sudah jenuh dengan situasi di negeri ini. apalagi klw melihat tingkah laku politikus, bikin stressss

5. doudoro
06/05/2011
ah paling anggota DPR cuman foto2 di spanyol tuk diaplod di pesbuk... dengan status pesbuk "asik jalan jalan gratis". menghabiskan anggaran aja ni orang2....

6. riananda
06/05/2011
percuma studi banding ke spanyol nggak ada hasilnya ... ngabisin anggaran aja ... butuh 100 tahun lebih mungkin bisa diterapkan di indonesia ... jadi anggota DPR kalo nggak mau sakit hati ya jangan jd angg DPR

7. Rayyan
06/05/2011
bilang aja pengen foto bareng ama Ronaldo dan Messi....salam buat mereka ya Pak....tolong tanya juga ke mereka, kl anggota DPR di negara2 mereka suka jalan2 ke luar negeri gak?
»»  read more

CUCI GUDANG AKHIR TAHUN 2011


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com