Sabtu, 07 Mei 2011
KURIKULUM KTSP SEGERA DIREVISI
Pameo ganti memnteri ganti kurikulum, nampaknya memang menjadi kenyataan. Setidaknya demikian pula yang akan dilaksanakan oleh menteri pendidikan yang sekarang. Sehingga sebagai pelaku pasar di dunia pendidikan kita harus benar-benar mempunyai jiwa lapang dada, mempunyai visi yang jauh ke depan. Tepat apa yang pernah disampaikan mendiang Presiden Soeharto dalam salah satu bukunya. Beliau menulis " ojo kagetan, ojo gumunan, lan ojo getunan ".
Perubahan kurikulum tersebut nampak tergesa-gesa dan terkesan latah. Mengapa demikian. Ikuti selengkapnya di bawah ini.
Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sedang menyiapkan perubahan kurikulum pendidikan untuk memperkuat jiwa nasionalisme para peserta didik.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, saat ini kurikulum pendidikan diserahkan ke sekolah dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, setelah dilakukan evaluasi ada beberapa hal yang dinilai tidak tepat, terutama terkait kurikulum penguatan nasionalisme.
“Kita harus perkuat nasionalisme dan tidak mengabaikan aspek kebersamaan secara nasional sehingga metodologi dan materi (empat mata pelajaran) akan ditata kembali,” katanya di Gedung Kemendiknas kemarin.
Mohammad Nuh mengungkapkan, ada empat mata pelajaran kurikulum yang akan ditentukan yakni Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Sementara yang lain seperti Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Seni, dan Budaya tetap menjadi kewenangan sekolah untuk mengembangkannya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, perubahan ini terkait dinamika yang ada di masyarakat. Jika tidak ada perubahan, dikhawatirkan tidak ada relevansi dalam kurikulum. Mantan Rektor ITS ini menambahkan, kurikulum baru ini akan diterapkan paling lambat pada 2012. Pembuatan kurikulum baru membutuhkan sosialisasi, pelatihan bagi guru, dan metode evaluasi yang harus dibuat agar kurikulumnya sempurna. “Dulu ada namanya CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), berbasis kompetensi, KTSP, dan nanti mungkin namanya KTSP disempurnakan,” imbuhnya.
Berdasarkan data, sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,setiap sekolah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman pada panduan yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
»» read more
Perubahan kurikulum tersebut nampak tergesa-gesa dan terkesan latah. Mengapa demikian. Ikuti selengkapnya di bawah ini.
Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sedang menyiapkan perubahan kurikulum pendidikan untuk memperkuat jiwa nasionalisme para peserta didik.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, saat ini kurikulum pendidikan diserahkan ke sekolah dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, setelah dilakukan evaluasi ada beberapa hal yang dinilai tidak tepat, terutama terkait kurikulum penguatan nasionalisme.
“Kita harus perkuat nasionalisme dan tidak mengabaikan aspek kebersamaan secara nasional sehingga metodologi dan materi (empat mata pelajaran) akan ditata kembali,” katanya di Gedung Kemendiknas kemarin.
Mohammad Nuh mengungkapkan, ada empat mata pelajaran kurikulum yang akan ditentukan yakni Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Sementara yang lain seperti Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Seni, dan Budaya tetap menjadi kewenangan sekolah untuk mengembangkannya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, perubahan ini terkait dinamika yang ada di masyarakat. Jika tidak ada perubahan, dikhawatirkan tidak ada relevansi dalam kurikulum. Mantan Rektor ITS ini menambahkan, kurikulum baru ini akan diterapkan paling lambat pada 2012. Pembuatan kurikulum baru membutuhkan sosialisasi, pelatihan bagi guru, dan metode evaluasi yang harus dibuat agar kurikulumnya sempurna. “Dulu ada namanya CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), berbasis kompetensi, KTSP, dan nanti mungkin namanya KTSP disempurnakan,” imbuhnya.
Berdasarkan data, sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,setiap sekolah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman pada panduan yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Jumat, 06 Mei 2011
"When I Need You"
When I need you
Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you
It's only a heart beat away
When I need love
I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love
Keeping me warm night and day
Miles and miles of empty space in between us
A telephone can't take the place of your smile
But you know I wont be traveling for ever
It's cold out, but hold out and do like I do
When I need you
Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you babe
It's only a heartbeat away
It's not easy when the road is your driver
Honey, that's a heavy load that we bear
But you know I won't be traveling a lifetime
It's cold out but hold out and do like I do
Oh I need you
When I need you
I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love
Keeping me warm night and day
When I need you
Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you
It's only a heart beat away
»» read more
Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you
It's only a heart beat away
When I need love
I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love
Keeping me warm night and day
Miles and miles of empty space in between us
A telephone can't take the place of your smile
But you know I wont be traveling for ever
It's cold out, but hold out and do like I do
When I need you
Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you babe
It's only a heartbeat away
It's not easy when the road is your driver
Honey, that's a heavy load that we bear
But you know I won't be traveling a lifetime
It's cold out but hold out and do like I do
Oh I need you
When I need you
I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love
Keeping me warm night and day
When I need you
Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you
It's only a heart beat away
Kamis, 05 Mei 2011
DPR YG TIDAK TAHU E-MAIL
TOPIK BERITA
Bohong! Komisi VIII DPR Tak Punya Alamat Email Resmi
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Komisi VIII DPR ternyata belum memiliki email resmi. Wajar saja mereka blingsatan saat ditanya alamat email resmi mereka oleh pelajar Indonesia di Australia. ( van / gah )
7 KOMENTAR TERPOPULER VERSI GURU ESDE)
1. rakyat
YAAA AMMPUUNNN... INI GOBLOGGG N KAMPUNGANNYA UD KETERLALUAN YAAA. TIDAK MEMILIH ITU BAGUS, DARIPADA DIKASIH PILIHAN YANG BUSUUUKKK. MENDING PUASA (GOLPUT)....
2. pertanyaan serius
Tolong dipikirkan kembali, apa tahun 2014 kita masih membutuhkan DPR yang katanya jongos rakyat??? Kalau memang perlu apa jumlahnya harus sampai 500 an??? Respon teman2 kami nantikan
3. Edo
gw aja maluuuuuuuuuuuuuuu liat youtube-nya!!!! KENA LOE ANGGOTA DEWAN YANG KATANYA TERHORMAT!!!
4. rakyat kecil
Anggota DPR GOBLOG...mentang2 biasa membodohi rakyat...akhirnya alamat email pun asal sebut....dasar ga punya otak...
5. rakyat yang dibohongi
Harap catat yaaa, alamat imail DPR, suka_porno@dpr.go.id, atau suka_presiran@dpr.go.id, suka_tidur@dpr.go.id,suka_koru psi@dpr.go.id,suka_bohong@dpr. go.id. Kalo mao kasih komisi pembanguan gedung DPR ke ketua DPR, nich imelnya. sijuki_muka_tembok@dpr.go.id.. ...
6. jie
gmna rakyat mau percaya mau jalan2 aja bilang ny studi banding, klo bikin gedung bilang ny bikin RUSUNAMI
7. Putra
anggota DPR BERJAKET HITAM sibuk meminta kepada stafnya dan juga rekannya..? 'Ya itu, alamat staf ahli Komisi,' imbuh pria yang MEMEGANG MIKE. ada yang tau gak nama anggota dewan dan pria tersebut..?
»» read more
Bohong! Komisi VIII DPR Tak Punya Alamat Email Resmi
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Komisi VIII DPR ternyata belum memiliki email resmi. Wajar saja mereka blingsatan saat ditanya alamat email resmi mereka oleh pelajar Indonesia di Australia. ( van / gah )
7 KOMENTAR TERPOPULER VERSI GURU ESDE)
1. rakyat
YAAA AMMPUUNNN... INI GOBLOGGG N KAMPUNGANNYA UD KETERLALUAN YAAA. TIDAK MEMILIH ITU BAGUS, DARIPADA DIKASIH PILIHAN YANG BUSUUUKKK. MENDING PUASA (GOLPUT)....
2. pertanyaan serius
Tolong dipikirkan kembali, apa tahun 2014 kita masih membutuhkan DPR yang katanya jongos rakyat??? Kalau memang perlu apa jumlahnya harus sampai 500 an??? Respon teman2 kami nantikan
3. Edo
gw aja maluuuuuuuuuuuuuuu liat youtube-nya!!!! KENA LOE ANGGOTA DEWAN YANG KATANYA TERHORMAT!!!
4. rakyat kecil
Anggota DPR GOBLOG...mentang2 biasa membodohi rakyat...akhirnya alamat email pun asal sebut....dasar ga punya otak...
5. rakyat yang dibohongi
Harap catat yaaa, alamat imail DPR, suka_porno@dpr.go.id, atau suka_presiran@dpr.go.id, suka_tidur@dpr.go.id,suka_koru psi@dpr.go.id,suka_bohong@dpr. go.id. Kalo mao kasih komisi pembanguan gedung DPR ke ketua DPR, nich imelnya. sijuki_muka_tembok@dpr.go.id.. ...
6. jie
gmna rakyat mau percaya mau jalan2 aja bilang ny studi banding, klo bikin gedung bilang ny bikin RUSUNAMI
7. Putra
anggota DPR BERJAKET HITAM sibuk meminta kepada stafnya dan juga rekannya..? 'Ya itu, alamat staf ahli Komisi,' imbuh pria yang MEMEGANG MIKE. ada yang tau gak nama anggota dewan dan pria tersebut..?
Rabu, 04 Mei 2011
7 KOMENTAR TERPOPULER : KUNKER DPR KE AUSTRALIA
Kunjungan Kerja Anggota Dewan ke Australia menuai beberapa kecaman karena dinilai kunker tersebut sangat kontradiktif.
Inilah 7 Komentar Terpopuler versi "guru esde"
1. Guerlain Fans |anak-anak TK piknik kok ga boleh.......... weeeeeeeee|
2. Aminudin Lubis
Benar-benar sdh sangat ngawur pola fikir anggota komisi VIII DPR-RI kalo melakukan studi banding utk RUU Fakir Miskin ke Australia !!!!! Aaah... kalian sangat jelas benar membuka ketidakmampuan diri kalian sebagai anggota dewan yang tidak kapable.
Cobalah kalian berfikir ulang secara mudah saja :
1. Penduduk Australia sejak 50 thn yg lalu sdh stabil di dlm penghasilan income kapitanya, yg rata-rata per tahun bisa mencapai Rp. 200 jt.
2. Jumlah penduduk Australia tidak sebanyak Indonesia, sehingga kemajemukan masalah kesejahteraan sosial jga tidak sebanyak Indonesia.
3. Rata-rata tingkat pendidikan penduduk Australia di atas penduduk Indonesia, sehingga mereka mampu utk membuka lapangan usaha sendiri tanpa harus ketergantungan dg pemerintahnya sebab pola pendidikan di Australia menggunakan sisitem pendidikan terapan.
Sangat jauh berbeda dg pola pendidikan Indonesia yg mengutamakan teoritis.
4. Pemerintah Australia telah menjamin dan konsekwen di dlm hal pemberian jaminan kesejahteraan sosial kpd penduduknya.
5. Masih banyak lagi hal-hal yg membedakan nya, yg bila saya ungkap ujung-ujun----a hanya jadi membuka kebobrokan tingkah laku dan pola fikir aparat saja.
Bapak-bapak anggota dewan yang terhormat (katanya) !!!
Sungguh saya tidak habis fikir kpd kalian, bukankah kalian tahu bahwa iklim kemiskinan di Indonesia sifatnya majemuk, jadi dibutuhkan juga penanganan yg majemuk !!!
Di Indonesia banyak peneliti-peneliti handal utk masalah kesejateraan sosial yang data mereka memang benar-benar empiris. Mengapa kalian tidak merangkul mereka utk sama-sama menganalisis dan membuat acuan-acuan kerja di dlm UU Fakir Miskin ?
Di Indonesia hampir semua perguruan tingginya membuka FISIP jurusan Kesejahteraan Sosial, seperti Univ.Indonesia, Univ.Muhammadiyah, Widuri, dan banyak yg lainnya, belum lagi mereka para pakar bidang Kesejateraan Sosial yg ada di DEPSOS (yang saat ini bekerja tdk pada bidangnya)
3. Masariv
Salut kepada PPIA yang telah memberikan apresiasi perihal Kunjungan Anggota DPR ke Australia, Kini saatnya terus memelihara alam keterbukaan yang sehat dan bertanggung jawab sebagai bentuk kontrol sosial kepada para wakil rakyat...Mudah2an masukan ini didengar dan dilaksanakan..sehingga kedepan hal serupa tidak terulang kembali..."Malu berbuat Cela"
4.Noname
kapan Kerja DPR Bener ? daripada ke australia lebih baik didlm negri aja ato kepelosok2 desa yg tertinggal liat kondisi rkyatnya, tentu akan lebih bermanfaat, tuntaskan dulu yg didlm negri baru ke luar. rakyat cari makan aja susah duit dihambur2in ama dewan!
5. Ahmad
namanya juga DPR = Dewan Pemeras Rakyat....aneh ko studi kemiskinan jauh" ke australi...jlas" di negri sndri bnyak yg mskin...alesan studi bilang za mo jln" ngabisin duit rakyat....kualat lo pada...Demi ALLAH rakyat gak pernah rela kalian terus bahagia diatas penderitaan rakyat...penjajah masa kini...kalian penjajah rakyat sendiri....
6. Djiang2
gak usah dikomentarin, jangan emosi nanti kita sendiri yg rugi, tensi naik, jantungan, dll, . dikomentari juga gak di dengar. Simpan kata2 kotor nanti kita sendiri yg dosa. Thanks
7.putu
mestinya menjadi DPR pake lowongn kerja....jadi ada psikotest...
yang gila tidak lulus...
»» read more
Inilah 7 Komentar Terpopuler versi "guru esde"
1. Guerlain Fans |anak-anak TK piknik kok ga boleh.......... weeeeeeeee|
2. Aminudin Lubis
Benar-benar sdh sangat ngawur pola fikir anggota komisi VIII DPR-RI kalo melakukan studi banding utk RUU Fakir Miskin ke Australia !!!!! Aaah... kalian sangat jelas benar membuka ketidakmampuan diri kalian sebagai anggota dewan yang tidak kapable.
Cobalah kalian berfikir ulang secara mudah saja :
1. Penduduk Australia sejak 50 thn yg lalu sdh stabil di dlm penghasilan income kapitanya, yg rata-rata per tahun bisa mencapai Rp. 200 jt.
2. Jumlah penduduk Australia tidak sebanyak Indonesia, sehingga kemajemukan masalah kesejahteraan sosial jga tidak sebanyak Indonesia.
3. Rata-rata tingkat pendidikan penduduk Australia di atas penduduk Indonesia, sehingga mereka mampu utk membuka lapangan usaha sendiri tanpa harus ketergantungan dg pemerintahnya sebab pola pendidikan di Australia menggunakan sisitem pendidikan terapan.
Sangat jauh berbeda dg pola pendidikan Indonesia yg mengutamakan teoritis.
4. Pemerintah Australia telah menjamin dan konsekwen di dlm hal pemberian jaminan kesejahteraan sosial kpd penduduknya.
5. Masih banyak lagi hal-hal yg membedakan nya, yg bila saya ungkap ujung-ujun----a hanya jadi membuka kebobrokan tingkah laku dan pola fikir aparat saja.
Bapak-bapak anggota dewan yang terhormat (katanya) !!!
Sungguh saya tidak habis fikir kpd kalian, bukankah kalian tahu bahwa iklim kemiskinan di Indonesia sifatnya majemuk, jadi dibutuhkan juga penanganan yg majemuk !!!
Di Indonesia banyak peneliti-peneliti handal utk masalah kesejateraan sosial yang data mereka memang benar-benar empiris. Mengapa kalian tidak merangkul mereka utk sama-sama menganalisis dan membuat acuan-acuan kerja di dlm UU Fakir Miskin ?
Di Indonesia hampir semua perguruan tingginya membuka FISIP jurusan Kesejahteraan Sosial, seperti Univ.Indonesia, Univ.Muhammadiyah, Widuri, dan banyak yg lainnya, belum lagi mereka para pakar bidang Kesejateraan Sosial yg ada di DEPSOS (yang saat ini bekerja tdk pada bidangnya)
3. Masariv
Salut kepada PPIA yang telah memberikan apresiasi perihal Kunjungan Anggota DPR ke Australia, Kini saatnya terus memelihara alam keterbukaan yang sehat dan bertanggung jawab sebagai bentuk kontrol sosial kepada para wakil rakyat...Mudah2an masukan ini didengar dan dilaksanakan..sehingga kedepan hal serupa tidak terulang kembali..."Malu berbuat Cela"
4.Noname
kapan Kerja DPR Bener ? daripada ke australia lebih baik didlm negri aja ato kepelosok2 desa yg tertinggal liat kondisi rkyatnya, tentu akan lebih bermanfaat, tuntaskan dulu yg didlm negri baru ke luar. rakyat cari makan aja susah duit dihambur2in ama dewan!
5. Ahmad
namanya juga DPR = Dewan Pemeras Rakyat....aneh ko studi kemiskinan jauh" ke australi...jlas" di negri sndri bnyak yg mskin...alesan studi bilang za mo jln" ngabisin duit rakyat....kualat lo pada...Demi ALLAH rakyat gak pernah rela kalian terus bahagia diatas penderitaan rakyat...penjajah masa kini...kalian penjajah rakyat sendiri....
6. Djiang2
gak usah dikomentarin, jangan emosi nanti kita sendiri yg rugi, tensi naik, jantungan, dll, . dikomentari juga gak di dengar. Simpan kata2 kotor nanti kita sendiri yg dosa. Thanks
7.putu
mestinya menjadi DPR pake lowongn kerja....jadi ada psikotest...
yang gila tidak lulus...
Inilah 5 Bukti Kunker DPR ke Australia isa-sia
VIVAnews – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) menilai, kunjungan kerja komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Abdul Kadir Karding ke Australia tidak bermanfaat atau sia-sia. Selain memboroskan anggaran negara, banyak hal tidak efektif terkait kunjungan yang dilakukan sejak Rabu 26 April sampai dengan Senin 2 Mei 2011 tersebut.
Sikap PPIA tertuang dalam lima analisa dan rekomendasi khusus hasil perjalanan 16 anggota komisi VIII ke Australia dalam rangka menggodok RUU tentang Fakir Miskin. Pertama, RUU penanggulangan fakir miskin (PFM) tidak diperlukan karena telah ada UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tahun 2004 dan UU Kesejahteraan Nasional (2009).
“DPR harusnya memastikan implementasi UU SJSN dan UU Kesejahteraan Sosial sebelum membuat sebuah draf baru yang berusaha mengelola isu kebijakan sosial untuk fakir miskin,” tulis PPIA seperti dalam rilis yang diterima oleh VIVAnews.com, Selasa 3 Mei 2011.
Kedua, menurut mereka, pemilihan Australia sebagai tempat studi banding adalah tidak relevan. Seharusnya, untuk belajar penanggulangan kemiskinan, anggota DPR lebih baik belajar di negara-negara yang memiliki kedekatan sejarah, sosial dan budaya dengan Indonesia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China dan India.
“Dalam hal ini, kami menyayangkan kepergian Tim Panja ke Australia,” dalam rilis yang ditandatangani Ketua Umum PPIA, Mochamad Subhan Zein.
Ketiga adalah terkait dengan jumlah rombongan yang dinilai mubazir, sehingga melakukan pemborosan anggaran. Keempat, perolehan informasi yang seharusnya bisa di dapat di Indonesia. Kelima, kendala bahasa. Banyak anggota DPR yang tidak cakap berbahasa Inggris.
“Metode ceramah yang dilakukan seharusnya bisa dilakukan di Indonesia. Dan materi-materi yang dipaparkan pun bisa didapatkan melalui situs di internet,” kata PPIA.
Atas hal tersebut, PPIA menyampaikan beberapa rekomendasinya untuk kebaikan bangsa Indonesia ke depan. Di antaranya adalah rombongan yang berangkat haruslah memiliki kualifikasi yang baik dalam hal bahasa. Anggota yang tidak mempunyai kualitas, harus dilarang ikut bepergian ke luar negeri. Kemudian, DPR RI seharusnya mengoptimalkan sumber informasi dari internet di mana mereka telah memiliki situs tersendiri.
Sementara itu, Abdul Kadir Karding, Ketua Komisi VIII yang memimpin rombongan belum bisa dihubungi melalui teleponnya.
(repro : viva news)
»» read more
Sikap PPIA tertuang dalam lima analisa dan rekomendasi khusus hasil perjalanan 16 anggota komisi VIII ke Australia dalam rangka menggodok RUU tentang Fakir Miskin. Pertama, RUU penanggulangan fakir miskin (PFM) tidak diperlukan karena telah ada UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tahun 2004 dan UU Kesejahteraan Nasional (2009).
“DPR harusnya memastikan implementasi UU SJSN dan UU Kesejahteraan Sosial sebelum membuat sebuah draf baru yang berusaha mengelola isu kebijakan sosial untuk fakir miskin,” tulis PPIA seperti dalam rilis yang diterima oleh VIVAnews.com, Selasa 3 Mei 2011.
Kedua, menurut mereka, pemilihan Australia sebagai tempat studi banding adalah tidak relevan. Seharusnya, untuk belajar penanggulangan kemiskinan, anggota DPR lebih baik belajar di negara-negara yang memiliki kedekatan sejarah, sosial dan budaya dengan Indonesia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China dan India.
“Dalam hal ini, kami menyayangkan kepergian Tim Panja ke Australia,” dalam rilis yang ditandatangani Ketua Umum PPIA, Mochamad Subhan Zein.
Ketiga adalah terkait dengan jumlah rombongan yang dinilai mubazir, sehingga melakukan pemborosan anggaran. Keempat, perolehan informasi yang seharusnya bisa di dapat di Indonesia. Kelima, kendala bahasa. Banyak anggota DPR yang tidak cakap berbahasa Inggris.
“Metode ceramah yang dilakukan seharusnya bisa dilakukan di Indonesia. Dan materi-materi yang dipaparkan pun bisa didapatkan melalui situs di internet,” kata PPIA.
Atas hal tersebut, PPIA menyampaikan beberapa rekomendasinya untuk kebaikan bangsa Indonesia ke depan. Di antaranya adalah rombongan yang berangkat haruslah memiliki kualifikasi yang baik dalam hal bahasa. Anggota yang tidak mempunyai kualitas, harus dilarang ikut bepergian ke luar negeri. Kemudian, DPR RI seharusnya mengoptimalkan sumber informasi dari internet di mana mereka telah memiliki situs tersendiri.
Sementara itu, Abdul Kadir Karding, Ketua Komisi VIII yang memimpin rombongan belum bisa dihubungi melalui teleponnya.
(repro : viva news)
"SABAK" Elektronik Meriahkan Hardiknas
Jakarta - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2011 dihiasi dengan penandatanganan nota kesepahaman dan donasi bagi pendidikan. Mulai dari beasiswa, sampai bantuan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
PT. Jamsostek (Persero) misalnya, memberikan beasiswa dalam jumlah besar dan tercatat pada Museum Rekor Indonesia (MURI). Beasiswa tersebut akan diberikan kepada 12.250 anak dengan nilai Rp29,4 miliar. Sampai saat ini, sebanyak 11.511 beasiswa dengan nilai Rp22,2 miliar telah disalurkan.
"Sampai tadi malam, ada 121 cabang Jamsostek di seluruh Indonesia yang siap untuk menyerahkan beasiswa hari ini," ujar Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga, saat memberikan keterangan pers usai menghadiri resepsi Hardiknas di Gedung Kemdiknas, Senin (2/05).
Seperti halnya PT Jamsostek, Balai Pustaka meluncurkan buku elektronik yang berbentuk sabak, dengan nama Sabak Bubo. Sabak berfungsi untuk memuat seluruh mata pelajaran, sehingga siswa tidak perlu membawa buku yang banyak dan berat ke sekolah. Jika nanti ada perubahan kurikulum, cukup diperbarui saja. Sabak dijadikan model pendidikan digital untuk transformasi budaya guna mengejar ketertinggalan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain.
"Dalam waktu 3-5 tahun mendatang, seluruh siswa diharapkan sudah menggunakan sabak sebagai model pendidikan kita," kata Direktur Utama Balai Pustaka Zaim Ukhrowi .
Zaim mengatakan, untuk program jangka panjang Balai Pustaka akan bekerja sama dengan PT Telkom untuk mengembangkan model sabak yang terkoneksi jaringan internet. "Untuk sabak nantinya, jika siswa ingin memperluas pengetahuannya dari internet, akan kami siapkan. Kontennya free dengan koneksi yang berbayar ," ujarnya.
Begitu juga PT Proton Edar Indonesia, distributor tunggal untuk kendaraan Proton milik Malaysia pun ikut memberikan sumbangsihnya untuk pendidikan. Sebanyak 20 SMK diberi bantuan 20 mobil dan 15 mesin proton wira.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, kerja sama dengan proton merupakan kerja sama lintas negara antar bangsa, dan pendidikan menjadi media pendingin (cultural diplomacy).
Sedangkan Presiden Direktur PT Proton Edar Indonesia Gunther Scherz mengatakan, kalau program donasi ini merupakan bagian dari program CSR 'Proton Truly Caring' dan bentuk partisipasi Proton Edar Indonesia, untuk ikut ambil bagian dalam mendukung proses pendidikan di Indonesia. "Telah menjadi filosofi PT Proton Edar Indonesia untuk dapat berkontribusi dan peduli dengan lingkungan tempat Proton berada," ujar Gunther.
Adapun Intel Indonesia dan Microsoft Indonesia juga membuktikan komitmennya untuk berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Dalam resepsi Hardiknas ini, Intel dan Kemdiknas telah memperbarui kesepakatan tentang komitmen Intel untuk membantu Indonesia mencapai pendidikan abad 21, yang sebelumnya telah ditandatangani pada 2007 lalu. Kesepakatan ini ditandatangi oleh Debjani Ghosh, Director, Intel South Asia, dan Mendiknas. (aline : kemendiknas)
»» read more
PT. Jamsostek (Persero) misalnya, memberikan beasiswa dalam jumlah besar dan tercatat pada Museum Rekor Indonesia (MURI). Beasiswa tersebut akan diberikan kepada 12.250 anak dengan nilai Rp29,4 miliar. Sampai saat ini, sebanyak 11.511 beasiswa dengan nilai Rp22,2 miliar telah disalurkan.
"Sampai tadi malam, ada 121 cabang Jamsostek di seluruh Indonesia yang siap untuk menyerahkan beasiswa hari ini," ujar Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga, saat memberikan keterangan pers usai menghadiri resepsi Hardiknas di Gedung Kemdiknas, Senin (2/05).
Seperti halnya PT Jamsostek, Balai Pustaka meluncurkan buku elektronik yang berbentuk sabak, dengan nama Sabak Bubo. Sabak berfungsi untuk memuat seluruh mata pelajaran, sehingga siswa tidak perlu membawa buku yang banyak dan berat ke sekolah. Jika nanti ada perubahan kurikulum, cukup diperbarui saja. Sabak dijadikan model pendidikan digital untuk transformasi budaya guna mengejar ketertinggalan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain.
"Dalam waktu 3-5 tahun mendatang, seluruh siswa diharapkan sudah menggunakan sabak sebagai model pendidikan kita," kata Direktur Utama Balai Pustaka Zaim Ukhrowi .
Zaim mengatakan, untuk program jangka panjang Balai Pustaka akan bekerja sama dengan PT Telkom untuk mengembangkan model sabak yang terkoneksi jaringan internet. "Untuk sabak nantinya, jika siswa ingin memperluas pengetahuannya dari internet, akan kami siapkan. Kontennya free dengan koneksi yang berbayar ," ujarnya.
Begitu juga PT Proton Edar Indonesia, distributor tunggal untuk kendaraan Proton milik Malaysia pun ikut memberikan sumbangsihnya untuk pendidikan. Sebanyak 20 SMK diberi bantuan 20 mobil dan 15 mesin proton wira.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, kerja sama dengan proton merupakan kerja sama lintas negara antar bangsa, dan pendidikan menjadi media pendingin (cultural diplomacy).
Sedangkan Presiden Direktur PT Proton Edar Indonesia Gunther Scherz mengatakan, kalau program donasi ini merupakan bagian dari program CSR 'Proton Truly Caring' dan bentuk partisipasi Proton Edar Indonesia, untuk ikut ambil bagian dalam mendukung proses pendidikan di Indonesia. "Telah menjadi filosofi PT Proton Edar Indonesia untuk dapat berkontribusi dan peduli dengan lingkungan tempat Proton berada," ujar Gunther.
Adapun Intel Indonesia dan Microsoft Indonesia juga membuktikan komitmennya untuk berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Dalam resepsi Hardiknas ini, Intel dan Kemdiknas telah memperbarui kesepakatan tentang komitmen Intel untuk membantu Indonesia mencapai pendidikan abad 21, yang sebelumnya telah ditandatangani pada 2007 lalu. Kesepakatan ini ditandatangi oleh Debjani Ghosh, Director, Intel South Asia, dan Mendiknas. (aline : kemendiknas)
Langganan:
Postingan (Atom)
CUCI GUDANG AKHIR TAHUN 2011
Label
Actual News
(32)
Administrasi SD
(15)
Artikel
(59)
Computer
(6)
guru dan komputer
(1)
hiburan
(4)
home
(3)
HOT NEWS
(1)
Internet
(10)
KTI
(2)
MAkalah
(2)
NUPTK-NISN
(6)
penelitian tindakan kelas
(2)
rpp
(2)
Sertivikasi
(2)